Address
Jl. Cheri raya no. 15 RT 003 RW 021,
Burangkareng, Kec. Setu
Phone: (+62) 821 211 9811
Email: sales@bes-instrument.com
Address
Jl. Cheri raya no. 15 RT 003 RW 021,
Burangkareng, Kec. Setu
Phone: (+62) 821 211 9811
Email: sales@bes-instrument.com

Tanaman kehilangan air lewat dua jalur sekaligus,yaitu penguapan dari permukaan tanah dan penguapan melalui daun. Gabungan keduanya disebut evapotranspirasi, dan besarnya dapat dihitung dari parameter cuaca yang direkam automatic weather station.

Evapotranspirasi acuan (ETo) adalah laju kehilangan air dari permukaan rumput standar yang tumbuh sehat dan cukup air. Metode FAO Penman-Monteith, yang diuraikan dalam FAO Irrigation and Drainage Paper No. 56, menjadi rujukan umum untuk menghitungnya dari data cuaca.
Semua parameter berikut dapat disediakan oleh sensor pada automatic weather station.
| Parameter | Sensor pada AWS | Catatan |
| Suhu udara (rata-rata, maksimum, minimum) | Sensor suhu dan kelembapan dalam radiation shield | Pastikan shield bersih dan berventilasi |
| Kelembapan udara | Sensor kelembapan | Rentan drift, kalibrasi berkala diperlukan |
| Kecepatan angin | Anemometer | Perhitungan memakai kecepatan pada ketinggian 2 m, sehingga angka dari anemometer di ketinggian lain perlu dikoreksi |
| Radiasi matahari | Pyranometer | Kubah perlu dibersihkan; debu menurunkan pembacaan |
| Tekanan atmosfer | Barometer | Dipakai untuk konstanta psikrometrik; dapat didekati dari elevasi lokasi |
Misalkan ETo hari ini 4,0 mm, Kc tanaman pada fase tumbuh saat ini 1,05, dan hujan efektif 1,0 mm. Maka ETc = 4,0 × 1,05 = 4,2 mm. Kebutuhan irigasi sekitar 4,2 − 1,0 = 3,2 mm, setara 3,2 liter per meter persegi lahan.
Pada lahan 1 hektare (10.000 m²), jumlahnya sekitar 32.000 liter, sebelum memperhitungkan efisiensi sistem irigasi.
Hasil ETo hanya sebaik data masukannya. Pyranometer yang tertutup debu, sensor kelembapan yang menyimpang, dan anemometer yang terhalang pohon sama-sama menggeser angka ETo. Jadwal kalibrasi dan pembersihan sensor, seperti yang dijelaskan dalam artikel cara kalibrasi automatic weather station, menjaga perhitungan tetap dapat dipercaya.
Lokasi stasiun juga memengaruhi keterwakilan data. Stasiun idealnya berada di atas permukaan vegetasi pendek yang cukup air, jauh dari aspal atau dinding yang memantulkan panas.
Jika stasiun tidak memiliki pyranometer, ETo dapat diperkirakan dari suhu saja dengan metode seperti Hargreaves. Hasilnya lebih kasar, sehingga sebaiknya dibandingkan dengan perhitungan Penman-Monteith bila ada data pembanding.
ETc dikurangi hujan efektif memberi kebutuhan air tanaman. Angka itu dipadukan dengan sifat tanah, kedalaman akar, dan efisiensi sistem irigasi untuk menentukan kapan dan berapa banyak air diberikan. Data dari stasiun dapat pula dikirim ke dashboard yang menghitung ETo otomatis tiap hari, dengan syarat jalur komunikasi stasiun andal, seperti dibahas dalam artikel jenis komunikasi data pada automatic weather station.
Dengan sensor suhu, kelembapan, angin, dan radiasi, automatic weather station sudah memuat bahan untuk menghitung kebutuhan air tanaman setiap hari. Mulailah dengan memeriksa kelengkapan sensor dan jadwal kalibrasi, lalu tetapkan koefisien tanaman untuk komoditas yang ditanam sebelum menjalankan perhitungan pertama.