Address
Jl. Cheri raya no. 15 RT 003 RW 021,
Burangkareng, Kec. Setu
Phone: (+62) 821 211 9811
Email: sales@bes-instrument.com
Address
Jl. Cheri raya no. 15 RT 003 RW 021,
Burangkareng, Kec. Setu
Phone: (+62) 821 211 9811
Email: sales@bes-instrument.com

Setelah probe inclinometer diturunkan dan angka dicatat, hasilnya baru berupa deretan sudut kemiringan. Nilai itu berguna ketika diubah menjadi grafik yang menunjukkan di kedalaman berapa tanah bergerak, ke arah mana, dan seberapa cepat. Membaca grafik dengan urutan yang benar mencegah dua kesalahan yang sering terjadi: menyangka ada longsoran padahal datanya bermasalah, dan melewatkan gerakan kecil yang sebenarnya nyata.
Grafik inclinometer menampilkan pergerakan lateral tanah pada setiap kedalaman casing. Dengan membacanya berurutan, yaitu kualitas data, bentuk profil, lalu laju gerak, tim geoteknik dapat memastikan apakah sebuah perubahan nyata dan seberapa mendesak penanganannya.
Probe diturunkan ke dasar casing, lalu ditarik naik sambil berhenti pada interval tetap, umumnya setiap 0,5 m. Di setiap titik, sensor mencatat kemiringan casing pada dua arah yang saling tegak lurus, yaitu sumbu A dan sumbu B, mengikuti alur di dalam casing. Pembacaan diulang dengan probe diputar 180 derajat, dan selisih kedua pembacaan dipakai untuk menghilangkan bias nol sensor.
Kemiringan di tiap interval diubah menjadi pergeseran horizontal dengan mengalikan panjang interval dengan sinus sudutnya. Pergeseran tiap interval dijumlahkan dari dasar casing ke permukaan, dan hasil penjumlahan itulah yang menjadi profil perpindahan. Pembacaan pertama yang andal setelah instalasi menjadi baseline, sehingga semua grafik menampilkan selisih terhadap baseline tersebut.
Sebelum menafsirkan bentuk grafik, periksa check sum. Check sum adalah jumlah pembacaan pada orientasi 0 derajat dan 180 derajat di setiap kedalaman. Pada data yang baik, nilainya hampir konstan sepanjang kedalaman dan stabil dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Lonjakan atau perubahan mendadak pada check sum menandakan masalah pada probe, kabel, kotoran di dalam alur, atau casing yang rusak. Data dengan check sum yang berantakan sebaiknya diulang sebelum dianalisis.
Grafik ini menampilkan perpindahan total terhadap baseline pada setiap kedalaman. Sumbu vertikal adalah kedalaman, sumbu horizontal adalah perpindahan dalam milimeter.
| Pola pada grafik | Kemungkinan artinya |
| Garis lurus vertikal di sekitar nol | Tidak ada pergerakan yang terdeteksi |
| Lengkung halus yang makin menjauh dari nol ke arah permukaan | Deformasi lentur, misalnya dinding penahan yang melendut atau tanah lunak yang tertekan beban |
| Patahan tajam di satu kedalaman, dengan bagian di atasnya bergeser bersama sebagai satu blok | Bidang gelincir pada kedalaman tersebut |
| Garis miring lurus sepanjang casing | Bias sistematis pada pembacaan, atau casing yang miring; periksa check sum |
Grafik inkremental menampilkan perubahan perpindahan pada tiap interval kedalaman. Zona geser yang sempit terlihat sebagai satu lonjakan tajam pada kedalaman tertentu, sedangkan deformasi yang tersebar membentuk gundukan lebar.
Karena itu grafik ini paling berguna untuk menentukan kedalaman bidang gelincir. Informasi tersebut dipakai untuk merancang perkuatan lereng, sebab tiang bor atau paku tanah harus menembus melewati bidang gelincir agar efektif.
Grafik perpindahan terhadap waktu mengikuti satu kedalaman dari sesi ke sesi, biasanya bagian atas casing atau kedalaman bidang gelincir. Kemiringan garisnya menunjukkan laju gerak. Laju yang konstan menggambarkan gerak merayap, sedangkan laju yang membesar dari waktu ke waktu menandakan percepatan. Pola kedua perlu mendapat perhatian lebih dulu daripada angka perpindahan totalnya.
Letakkan grafik ini bersisian dengan curah hujan dan muka air untuk melihat apa yang memicu perubahan laju.
Sumbu A biasanya dipasang searah dengan perkiraan gerakan, misalnya menuruni lereng atau tegak lurus dinding galian, dan sumbu B melintang. Perpindahan pada kedua sumbu dapat digabung menjadi resultan beserta arahnya. Tanda positif dan negatif mengikuti konvensi yang dicatat saat instalasi. Sebelum melaporkan gerak “ke arah lereng” atau “ke arah galian”, cocokkan dulu dengan catatan orientasi alur dan peta lokasi.
Batas pergerakan yang diizinkan ditetapkan pada tahap desain, biasanya dalam beberapa tingkat: perhatian, waspada, dan siaga. Setiap tingkat mengaitkan nilai perpindahan atau laju gerak dengan tindakan, misalnya menambah frekuensi pembacaan, memeriksa instrumen di sekitar, atau menghentikan pekerjaan. Cantumkan tingkat itu pada grafik sebagai garis tegak lurus sumbu perpindahan agar statusnya terlihat sekilas.
Membaca grafik inclinometer dimulai dari kualitas data, baru kemudian bentuk grafik. Urutan yang konsisten, yaitu check sum, kumulatif, inkremental, lalu laju gerak terhadap waktu, membuat tim lebih cepat membedakan gerakan tanah yang nyata dari gangguan data. Cetak urutan itu sebagai prosedur satu halaman dan tempel di kantor lapangan agar setiap pembaca memakai langkah yang sama.